AYO BELAJAR

Sabtu, 18 April 2020

LENSA CEMBUNG (bag. 1)



1. TONTON VIDEO BERIKUT:





2. MERANGKUM ISI VIDEO DI ATAS
Apa itu Lensa Cembung?
Lensa cembung adalah lensa dengan bagian tengah lebih tebal daripada bagian tepi. Cahaya yang jatuh pada permukaan lensa cembung akan mengalami pembiasan. Berkas-berkas sinar datang akan dibiaskan sehingga berkas-berkas sinar biasnya mengumpul. Oleh karena itu, lensa cembung disebut jugalensa konvergen. Adapun bagian-bagian lensa cembung ditunjukkan pada gambar berikut ini.
bagian-bagian lensa cembung
Sifat-Sifat Bayangan Lensa Cembung
Letak dan sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung bergantung pada letak benda. Sebuah objek yang diletakkan di depan sebuah lensa cembung akan memiliki bayangan dengan sifat tertentu. Berikut ini adalah daftar posisi benda, sifat bayangan dan letak bayangan pada peristiwa pembiasan cahaya pada lensa cembung.
Posisi Benda
Sifat Bayangan
Letak Bayangan
Ruang I
Maya, tegak, diperbesar
Di depan lensa
Titik Fokus
Maya, tegak, diperbesar
Di depan lensa
Ruang II
Nyata, terbalik, diperbesar
Di belakang lensa
Pusat Kelengkungan
Nyata, terbalik, sama besar
Di belakang lensa
Ruang III
Nyata, terbalik, diperkecil
Di belakang lensa

Berdasarkan tabel di atas, maka dapat kita simpulkan beberapa hal mengenai sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung, yaitu sebagai berikut.
Semua bayangan maya yang dibentuk lensa cembung selalu tegak terhadap bendanya.
Semua bayangan nyata yang dibentuk lensa cembung pasti terbalik terhadap bendanya.

Rumus-Rumus Pada Lensa Cembung
Pada lensa cembung, hubungan antara jarak benda (s) dan jarak bayangan (s) akan menghasilkan jarak fokus (f). Hubungan tersebut secara matematis dapat ditulis sebagai berikut.
1
=
1
+
1
f
s
s'
2
=
1
+
1
R
s
s'
Keterangan:
s = jarak benda
s = jarak bayangan
f = jarak fokus
R = jari-jari lensa

Sementara perbesaran bayangan (M) dapat dicari melalui perbandingan antara tinggi bayangan dengan tinggi benda atau jarak bayangan dengan jarak benda yang dirumuskan sebagai berikut.
M
=
h'
=
s
h
s
Keterangan:
M = perbesaran bayangan
h' = tinggi bayangan
h = tinggi benda
s = jarak bayangan
s = jarak benda
Pada lensa cembung, makin kecil jarak titik fokusnya, maka makin kuat lensa tersebut memancarkan sinar. Hal ini berarti bahwa kekuatan lensa berbanding terbalik dengan jarak titik fokusnya. Secara matematis, kekuatan lensa dirumuskan sebagai berikut.
P
=
1
f
Keterangan:
P = kekuatan lensa (dioptri = D)
f = jarak fokus (m)

Sedangkan rumus untuk menentukan nomor ruang benda dan nomor ruang bayangan pada lensa cembung, secara matematis dituliskan dalam bentuk persamaan berikut ini.
Nomor ruang benda + nomor ruang bayangan = V

3. KERJAKAN UJI KOMPETENSI BERIKUT INI :