HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI
KALOR DAN PERPINDAHANNYA MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK
DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERORIENTASI HOTS PADA MATA
PELAJARAN IPA
DI SMP NEGERI 1 PRAGAAN
TAHUN
2019/2020
Oleh
:
NURPUJIONO, S.Pd
NIP. 197206261998031010
DINAS
PENDIDIKAN SUMENEP
SMP
NEGERI 1 PRAGAAN
Jl.
Raya Pragaan - Pragaan - Sumenep
BIODATA PENULIS
NAMA :
NURPUJIONO, S.Pd
NIP :
197206261998031010
PANGKAT / GOLONGAN : Pembina / IVa
TEMPAT TANGGAL LAHIR : Malang, 26 Juni 1972
JABATAN :
GURU IPA
INSTANSI :
SMP NEGERI 1 PRAGAAN
TMT PEGAWAI :
1 MARET 1998
EMAIL :
NURPJN@GMAIL.COM
NO TELPON/ WA :
082332817163
ALAMAT RUMAH :
PAKANDANGAN TENGAH BLUTO SUMENEP
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi
Allah SWT, Tuhan semesta alam dengan segala isinya, Yang Maha Pengasih dan Maha
Penyayang. Shalawat dan salam senantiasa tercurah atas junjungan Nabiyyullah
Muhammad SAW. Berkat curahan rahmat dan kasih sayang Allah SWT jualah, sehingga
laporan akhir kegiatan On The Job
Learning (OJL) pada Pendidikan dan Pelatihan PKP Berbasis zonasi “ ini dapat diselesaikan dengan baik.
Dalam proses penyusunan hingga
penyelesaian laporan ini, merupakan suatu pengalaman dan pelajaran yang sangat
berharga bagi penulis. Walau diakui terasa sangat melelahkan, namun berkat
bantuan, bimbingan, dan dorongan dari berbagai pihak, khususnya Bapak dan Ibu
pendamping Diklat, Alhamdulillah akhirnya laporan kegiatan OJL ini selesai
juga. Oleh karena itu, penulis merasa berkewajiban untuk menyampaikan ucapan
terima kasih yang tulus kepada:
1.
Bapak
Edy Supranoto,SPd selaku Guru Inti mapel
IPA yang telah banyak membantu
sejak
pesesiapan seleksi sampai pada selesainya pelaksanaannya.
2.
Bapak
Agus Sunaryono, S.Pd. M.M.Pd,
selaku Pengawas Pendamping Mapel IPA, yang telah mendapingi kami selama kegiatan OJL
3.
Bapak
Gatot Rudy Asmu’i, S.Pd selaku. Kepala SMP Negeri 1 Pragaan,
dimana penulis melakukan Laporan Penelitian di sekolah sendiri yang
banyak membantu terutama dalam pencarian data data kajian serta masukan yang
sangat berarti bagi penulis.
4.
Terakhir,
ucapan terima kasih yang tak terhingga penulis sampaikan kepada semua teman
peserta diklat PKP Berbasis Zonasi Mapel IPA kelompok SMPN 6 Sumenep atas kerja
sama yang terbangun selama ini mulai dari awal seleksi sampai kegiatan diklat
dan pelaksanaan OJL berakhir.
Semoga
laporan kegiatan Diklat dan OJL ini dapat bermanfaat, dan semoga segala
bantuan, pengorbanan dan dorongan yang diberikan oleh berbagai pihak, mendapat
ganjaran dan pahala dari Allah SWT,
Penulis ,
DAFTAR ISI
|
LEMBAR JUDUL .............................................................................................................. HALAMAN PENGESAHAN
............................................................................................ BIODATA PENULIS ......................................................................................................... KATA PENGANTAR ........................................................................................................ DAFTAR ISI ...................................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. A. Latar Belakang Masalah .......................................................................................... B.
Jenis Kegiatan ......................................................................................................... C.
Manfaat Kegiatan .................................................................................................... BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN ............................................................................. A.
Tujuan dan Sasaran .................................................................................................. B.
Bahan/Materi
Kegiatan................................................................................................ C.
Metode/CaraMelaksanakan
Kegiatan.......................................................................... D.
Alat/Instrumen............................................................................................................
E.
Waktu dan Tempat
Kegiatan ..................................................................................... BAB III HASIL KEGIATAN .............................................................................................. (menjelaskan hasil yang diperoleh, masalah yang
dihadapi dan cara mengatasi masalah tersebut) BAB IV SIMPULAN DAN REKOMENDASI ................................................................... A.
Simpulan .................................................................................................................. B.
Rekomendasi. .......................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN |
1 |
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Dalam praktik
pembelajaran Kurikulum 2013 yang penulis lakukan selama ini, penulis
menggunakan buku siswa dan buku guru. Penulis meyakini bahwa buku tersebut
sudah sesuai dan baik digunakan di kelas karena diterbitkan oleh Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. Ternyata, dalam praktiknya, penulis mengalami
beberapa kesulitan seperti materi dan tugas tidak sesuai dengan latar belakang
siswa. Selain itu, penulis masih berfokus pada penguasaan pengetahuan kognitif
yang lebih mementingkan hafalan materi. Dengan demikian proses berpikir siswa
masih dalam level C1 (mengingat), memahami (C2), dan C3 (aplikasi). Guru hampir
tidak pernah melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan
berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/ HOTS).
Penulis juga jarang menggunakan media pembelajaran. Dampaknya, suasana
pembelajaran di kelas kaku dan anak-anak tampak tidak ceria.
Berdasarkan hasil wawancara
dengan beberapa siswa diperoleh informasi bahwa (a) siswa malas mengikuti pembelajaran yang banyak
dilakukan guru dengan cara ceramah’ (b) selain ceramah, metode yang selalu
dilakukan guru adalah penugasan. Sebagian siswa mengaku jenuh dengan tugas-tugas
yang hanya bersifat teoritis. Tinggal menyalin dari buku teks.
Untuk menghadapi era
Revolusi Industri siswa harus dibekali keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order
thinking skills). Salah satu model pembelajaran yang
berorientasi pada HOTS dan disarankan dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah
model pembelajaran discover learning.
Menurut Hosnan (2014:282): “discovery learning adalah
suatu model untuk mengembangkan cara belajar aktif dengan menemukan sendiri,
menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan setia dan tahan lama dalam
ingatan. Melalui belajar penemuan, siswa juga bisa belajar berpikir analisis
dan mencoba memecahkan sendiri masalah yang dihadapi”
Dalam mengaplikasikan model pembelajaran Discovery
Learning guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan
kepada siswa untuk belajar secara aktif, sebagaimana pendapat guru harus dapat
membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan.
Kondisi seperti ini ingin merubah kegiatan belajar mengajar yang teacher
oriented menjadi student oriented.
Setelah melaksanakan
pembelajaran IPA dengan
model discovery
learning, penulis menemukan
bahwa proses dan hasil belajar siswa meningkat. Lebih bagus dibandingkan
pembelajaran sebelumnya. Ketika model discovery learning ini diterapkan pada kelas IX
dan VII ternyata proses dan
hasil belalajar siswa sama baiknya. Praktik pembelajaran discovery
learning yang berhasil
baik ini penulis simpulkan sebagai sebuah best practice (praktik baik)
pembelajaran berorientasi HOTS dengan model discovery learning.
B. Jenis
Kegiatan
Kegiatan
yang dilaporkan dalam laporan
praktik ini
adalah kegiatan pembelajaran IPA di kelas VII-A
C. Manfaat
Kegiatan
Manfaat penulisan pratik baik ini adalah
meningkatkan kompetensi siswa dalam pembelajaran IPA yang berorientasi HOTS.
BAB
II
PELAKSANAAN KEGIATAN
A.
Tujuan dan Sasaran
Tujuan
penulisan praktik baik ini adalah untuk mendeskripsikan praktik baik penulis
dalam menerapkan pembelajaran berorientasi higher order thiking skills (HOTS).
Sasaran
pelaksanaan best practice ini adalah siswa kelas VII-A semester 1 di SMP NEGERI
1 PRAGAAN sebanyak 25 siswa.
B. Bahan/Materi
Kegiatan
Bahan
yang digunakan dalam praktik pembelajaran ini adalah materi kelas VII
untuk materi Kalor dan Perpindahannya, sebagai berikut ini:
|
IPA KELAS VII |
|
|
|
KD 3.4 |
Menganalisis konsep
suhu, pemuaian, kalor, perpindahan kalor, dan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari termasuk mekanisme menjaga kestabilan suhu tubuh pada manusia dan
hewan |
|
|
KD 4.4 |
Melakukan percobaan
untuk menyelidiki pengaruh kalor terhadap suhu dan wujud benda serta
perpindahan kalor |
|
C. Cara
Melaksanakan Kegiatan
Cara
yang digunakan dalam pelaksanaan praktik ini adalah menggunakan model
pembelajaran discovery learning. Berikut ini adalah langkah-langkah
pelaksanaan praktik yang telah dilakukan
penulis.
1. Pemetaan
KD
Pemetaan
KD dilakukan untuk merancang pembelajaran yang digunakan di kelas VII.
Berdasarkan hasil telaah KD yang ada di kelas VII penulis menggunakan
model discovery learning dengan metode diskusi dan tanya
jawab.
2. Perumusan
Indikator Pencapaian Kompetesi
|
IPK IPA KELAS VII |
|
|
3.4.1 |
Menyebutkan gejala
yang terjadi pengaruh kalor terhadap perubahan wujud zat (pendukung) |
|
3.4.2 |
Mengindentifikasi
hubungan antara kalor terhadap perubahan wujud zat (pendukung) |
|
3.4.3 |
Menjelaskan kenaikan
suhu terhadap perubahan wujud zat (pendukung) |
|
3.4.3 |
Menjelaskan hubungan
antara kalor terhadap kenaikan suhu (pendukung) |
|
3.4.4 |
Menjelaskan hubungan
antara kalor terhadap perubahan wujud (pendukung) |
|
3.4.5 |
Menyimpulan konsep suhu,
pemuaian, kalor, perpindahan kalor, dan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari termasuk mekanisme menjaga kestabilan suhu tubuh pada manusia dan
hewan (kunci) |
3. Pemilihan
Model Pembelajaran
Model
pembelajaran yang dipilih adalah discovery learning .
4. Merencanakan kegiatan Pembelajaran sesuai dengan
Model Pembelajaran
Pengembangan
desain pembelajaran dilakukan dengan merinci kegiatan pembelajaran yang
dilakukan sesuai dengan sintak discovery learning.
Berikut ini adalah rencana kegiatan
pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan model Discovery Learning:
Kegiatan
di Kelas VII
|
Sintak |
Kegiatan Pembelajaran |
|
Stimulation (pemberian rangsang) Problem statement (identifikasi masalah) Data Collection (pengumpulan data) Data Processing (pengolahan data) Verification (pembuktian) |
Mengamati 1. Peserta didik mengamati
tayangan vidio tentang manfaat kalor dalam kehidupan sehari- hari, misalnya
menjemur pakaian. Menanya 1. Peserta didik diarahkan
untuk membuat pertanyaan berdasarkan tayangan yang diberikan. 2. Peserta didik membuat
jawaban sementara, untuk diarahkan kegitan Setiap kelompok ditugaskan untuk
merumuskan masalah dan menyusun hipotesis setelah menelaah lembar kerja
sesuai dengan topik yang dipelajari. Mengumpulkan informasi 1. Peserta didik melalui
pengamatan hasil eksperimen berdiskusi kelompok secara kolaboratif mencari
informasi tentang pengaruh kalor. 2. Peserta
didik melalui pengamatan hasil eksperimen berdiskusi kelompok secara
kolaboratif berdiskusi kelompok secara kolaboratifmencari informasi
menjelaskan tentang pelepasan dan penerimaan kalor terhadap perubahan wujuz
zat. 3. Peserta
didik melalui pengamatan hasil eksperimen berdiskusi kelompok secara
kolaboratifmencari informasi tentang peranan kalor terhadap jumlah
massa zat, jenis zat dan waktu yang diperlukan 4. Peserta didik melalui
pengamatan hasil eksperimen berdiskusi kelompok secara kolaboratifmenjelaskan
banyaknya kalor yang diperlukan terhadap kenaikan suhu, jenis zat dan massa
zat 5. Peserta didik melalui
pengamatan hasil eksperimen berdiskusi kelompok secara kolaboratif
menghitungbanyaknya kalor yang diperlukan terhadap kenaikan suhu, jenis zat
dan massa zat Mengasosiasi/mengolah informasi 1. Peserta didik berdiskusi
kelompok secara kolaboratif mengolah data, pembuktian dan menarik
kesimpulan yang telah didapat tentang: pengaruh
kalor terhadap perubahan wujud zat , pelepasan
dan penerimaan kalor terhadap perubahan wujuz zat. peranan
kalor terhadap jumlah massa zat, jenis zat dan waktu yang diperlukan. banyaknya
kalor yang diperlukan terhadap kenaikan suhu, jenis zat dan massa zat menghitung
banyaknya kalor yang diperlukan terhadap kenaikan suhu, perubahan wujud
dan jenis zat. dapat
menghitung Azas Black menyajikan
hasil percobaan tentang Kalor dan pengaruhnya dengan tepat Mengkomunikasikan 1. Peserta didik
mengkomunikasikan hasil simpulan kelompok ke depan kelas pengaruh
kalor wujud zat , pelepasan
dan penerimaan kalor terhadap perubahan wujuz zat. peranan
kalor terhadap jumlah massa zat, jenis zat dan waktu yang diperlukan. banyaknya
kalor yang diperlukan terhadap kenaikan suhu, jenis zat dan massa zat menghitung
banyaknya kalor yang diperlukan terhadap kenaikan suhu, perubahan wujud
dan jenis zat. menyajikan
hasil percobaan tentang Kalor dan pengaruhnya dengan tepat. |
|
Generalization (menarik ksimpulan) |
Guru memfasilitasi peserta didik membuat butir-butir
simpulan mengenai: pengaruh
kalor terhadap perubahan wujud zat , pelepasan
dan penerimaan kalor terhadap perubahan wujuz zat. peranan
kalor terhadap jumlah massa zat, jenis zat dan waktu yang diperlukan. banyaknya
kalor yang diperlukan terhadap kenaikan suhu, jenis zat dan massa zat persamaan
tentang banyaknya kalor yang diperlukan terhadap kenaikan suhu,
perubahan wujud dan jenis zat |
5. Penyusunan
Perangkat Pembelajaran
Berdasarkan
rencana kegiatan tersebut, kemudian disusun perangkat pembelajaran meliputi
RPP, bahan ajar, LKPD, dan instrumen penilaian. RPP disusun dengan mengintegrasikan kegiatan literasi,
penguatan pendidikan karakter (PPK), dan kecakapan abad 21.
D. Media
dan Instrumen
Media pembelajaran yang digunakan dalam praktik ini adalah
1. Penyajian materi “Kalor dan Perpindahnnya”,
2. video “Kalor Merubah Suhu Benda”diambil
dari https://www.youtube.com/ dengan alamat link sebagai
berikut https://www.youtube.com/watch?v=otox7jN_CXU.
3. Serta
alat praktik yang berkaitan dengan pengaruh kalor terhadap perubahan wujud zat
diantaranya adalah beaker glass, termometer, kaki tiga, kawat kasa dan pembakar
spirtus
Instrumen yang digunakan dalam praktik baik ini ada 3
macam yaitu
1.
instrumen untuk mengamati proses
pembelajaran berupa lembar observasi
2.
instrumen untuk melihat hasil belajar siswa
dengan menggunakan tes tulis pilihan ganda dan uraian singkat
3.
lembar kerja praktik tentang pengaruh kalor
dalam perubahan wujud zat.
E. Waktu
dan Tempat Kegiatan
Praktik ini
dilaksanakan pada tanggal 9 sampai 14 Desember tahun 2019 bertempat di VII SMP
NEGERI 1 PRAGAAN
BAB III
HASIL KEGIATAN
A.
Hasil
Hasil yang dapat diilaporkan dari praktik
baik ini diuraikan sebagai berikut.
1.
Proses pembelajaran IPA yang dilakukan
dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning berlangsung
aktif. Siswa menjadi lebih aktif merespon pertanyaan dari guru, termasuk
mengajukan pertanyaan pada guru maupun temannya. Aktifitas pembelajaran yang
dirancang sesuai sintak discovery learning megharuskan siswa
aktif selama proses pembelajaran.
2.
Pembelajaran IPA yang dilakukan dengan
menerapkan model pembelajaran discovery learning meningkatkan
kemampuan siswa dalam melakukan transfer knowledge.
3.
Setelah kegiatan pembelajaran tersebut,
siswa tidak hanya memahami teori materi tersebut, tetapi bagaimana mengamalkan
dalam kegiatan sehari – hari yang berhubungan dengan materi dan manfaatnya
dalam kehidupan nyata. Pemahaman ini menjadi dasar siswa dalam mempelajari
materi IPA tentang: Kalor dan Perindahan Kalor Kelas VII siswa dapat
menyimpulkan dan memanfaatkan peranan kalor dalam kehidupan sehari – hari.
4.
Penerapan model pembelajaran discovery
learning meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis.
Hal
ini dapat dilihat dari tingkat partisipasi siswa untuk bertanya dan menanggapi
topik yang dibahas dalam pembelajaran.
Dalam
pembelajaran sebelumnya yang dilakukan penulis tanpa berorientasi HOTS suasana
kelas cenderung sepi dan serius. Siswa cenderung bekerja sendiri-sendiri untuk
berlomba menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Fokus guru adalah bagaimana
siswa dapat menyelesikan soal yang disajikan; kurang peduli pada proses
berpikir siswa. Tak hanya itu, materi pembelajaran yang selama ini selalu
disajikan dengan pola deduktif (diawali dengan ceramah teori tentang materi
yang dipelajari, pemberian tugas, dan pembahasa), membuat siswa cenderung
menghapalkan teori. Pengetahuan yang diperoleh siswa adalah apa yang diajarkan
oleh guru.
Berbeda
kondisinya dengan praktik baik pembelajaran IPA berorientasi HOTS dengan
menerapkan discovery learning ini. Dalam pembelajaran ini
pemahaman benar-benar dibangun oleh siswa melalui pengamatan dan diskusi yang
meuntut kemampuan siswa untuk berpikir kritis.
5. Penerapan
model pembelajaran discovery learning juga meningkatkan
kemampuan siswa dalam memecahkan masalah (problem solving). Discovery
learning yang diterapkan dengan menyajikan teks tulis dan video berisi
permasalahan kontekstual mampu mendorong siswa merumuskan pemecahan masalah.
Sebelum
menerapkan discovery learning, penulis melaksanakan
pembelajaran sesuai dengan buku guru dan buku siswa. Meskipun permasalahan yang
disajikan dalam buku teks kadang kala kurang sesuai dengan kehidupan
sehari-hari siswa, tetap saja penulis gunakan. Jenis teks yang digunakan juga
hanya pada teks tulis dari buku teks.
Dengan
menerapkan discovery learning, siswa tak hanya belajar dari
teks tulis, tetapi juga dari video serta diberi kesempatan terbuka untuk
mencari data, materi dari sumber lainnya.
B. Masalah
yang Dihadapi
Masalah
yang dihadapi terutama adalah siswa belum terbiasa siswa belajar dengan model discovery learning.
Dengan tujuan untuk mendapat nilai ulangan yang baik guru selalu mengguakan
metode ceramah, siswa pun merasa lebih percaya diri menghadapi ulangan
(penilaian) setelah mendapat penjelasan guru melalui ceramah.
Masalah lainnya adalah
guru tidak mempunyai kompetensi yang memadai untuk membuat video pembelajaran.
Padahal selain sebagai media pembelajaran,. Video juga merupakan bentuk teks
audiovisual yang juga harus disajikan sesuai dengan rumusan KD.
C. Cara
Mengatasi Masalah
Agar
siswa yakin bahwa pembelajaran IPA dengan discovery learning dapat
membantu mereka
lebih menguasai materi
pembelajaran, guru memberi penjelasan sekilas tentang apa, bagaimana, mengapa,
dan manfaat belajar berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher
order thinking skills/HOTS). Pemahaman dan kesadaran akan pentingnya HOTS akan membuat siswa termotivasi untuk mengikuti
pembelajaran. Selain itu, kesadaran bahwa belajar bukan sekadar menghafal teori
dan konsep akan membuat siswa mau belajar dengan HOTS.
Kekurang mampuan
guru membuat video pembelajaran dapat diatasi dengan mengunduh video sesuai
dengan KD yang akan dibelajarkan baik dari youtube maupun dari Rumah Belajar.
Dengan demikian, selain menerapkan kegiatan literasi baca, siswa juga dapat meningkatkan literasi
digitalnya.
Bab
IV
Simpulan dan Rekomendasi
A. Simpulan
Berdasarkan
uraian di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
- Pembelajaran IPA dengan model pembelajaran discovery
learning layak dijadikan praktik baik pembeljaran berorientasi
HOTS karena dapat meingkatkan kemampuan siswa dalam melakukan
transfer pengetahuan, berpikir kritis, dan pemecahan masalah.
- Dengan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran
(RPP) secara sistematis dan cermat, pembelajaran IPA dengan model
pembelajaran discovery learning yang dilaksanakan tidak
sekadar berorientasi HOTS, tetapi juga mengintegrasikan PPK, literasi, dan
kecakapan abad 21.
B. Rekomendasi
Berdasarkan
hasil praktik baik pembelajaran IPA dengan model pembelajaran discovery
learning berikut disampaikan rekomendasi yang relevan.
- Guru seharusnya tidak hanya mengajar dengan mengacu
pada buku siswa dan buku guru yang telah disediakan, tetapi berani
melakukan inovasi pembelajaran IPA yang kontekstual sesuai dengan latar
belakang siswa dan situasi dan kondisi sekolahnya. Hal ini akan membuat
pembelajaran lebih bermakna.
- Siswa diharapkan untuk menerapkan kemampuan berpikir
tingkat tinggi dalam belajar, tidak terbatas pada hafalan teori. Kemampuan
belajar dengan cara ini akan membantu siswa
menguasai materi secara lebih mendalam dan lebih tahan lama (tidak mudah
lupa).
- Sekolah, terutama kepala sekolah dapat mendorong
guru lain untuk ikut melaksanakan pembelajaran berorientasi HOTS. Dukungan
positif sekolah, seperti penyediaan sarana dan prasarana yang memadai dan
kesempatan bagi penulis utuk mendesiminasikan praktik baik ini akan
menambah wawasan guru lain tentang pembelajaran HOTS.
DAFTAR PUSTAKA
-
Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Buku Siswa Mata Pelajaran IPA. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
-
Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Buku Guru Mata Pelajaran IPA. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
© Internet
-
http://dinasuciwahyuni.blogspot.com/2019/11/laporan-best-practice-pkp-berbasis.html
-
https://drive.google.com/file/d/1WuKw9B2XZ5o4zK47CJOOgqtBFIaRmg5U/view
-
https://www.liputan6.com/health/read/2325617/arti-lambang-tut-wuri-handayani-kemdikbud
LAMPIRAN
1.
Foto-foto kegiatan
2.
RPP
3.
Bahan Ajar
4.
LKPD
5.
Kisi-kisi soal piliha ganda dan uraia
6.
Soal, kunci, dan pedoman penyekoran


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ok Trims Atas Kunjungan Anda