AYO BELAJAR

Senin, 30 Desember 2019

Laporan Best Practice Pada Kegiatan PKP

 

HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI

KALOR DAN PERPINDAHANNYA MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERORIENTASI HOTS PADA MATA PELAJARAN IPA

DI SMP NEGERI 1 PRAGAAN

TAHUN 2019/2020

 

 



 

 

 

 

Oleh :

NURPUJIONO, S.Pd

NIP. 197206261998031010

 

  

 

DINAS PENDIDIKAN SUMENEP

SMP NEGERI 1 PRAGAAN

Jl. Raya Pragaan  - Pragaan - Sumenep






 

 

 


BIODATA PENULIS


NAMA                                               : NURPUJIONO, S.Pd

NIP                                                     : 197206261998031010

PANGKAT / GOLONGAN                        : Pembina  / IVa

TEMPAT TANGGAL LAHIR      : Malang, 26 Juni 1972

JABATAN                                         : GURU IPA

INSTANSI                                         : SMP NEGERI 1 PRAGAAN

TMT PEGAWAI                              : 1 MARET 1998

EMAIL                                              : NURPJN@GMAIL.COM

NO TELPON/ WA                           : 082332817163

ALAMAT RUMAH                                         : PAKANDANGAN TENGAH  BLUTO SUMENEP

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam dengan segala isinya, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Shalawat dan salam senantiasa tercurah atas junjungan Nabiyyullah Muhammad SAW. Berkat curahan rahmat dan kasih sayang Allah SWT jualah, sehingga laporan akhir kegiatan On The Job Learning (OJL) pada Pendidikan dan Pelatihan  PKP Berbasis zonasi  “ ini dapat diselesaikan dengan baik.

Dalam proses penyusunan hingga penyelesaian laporan ini, merupakan suatu pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga bagi penulis. Walau diakui terasa sangat melelahkan, namun berkat bantuan, bimbingan, dan dorongan dari berbagai pihak, khususnya Bapak dan Ibu pendamping Diklat, Alhamdulillah akhirnya laporan kegiatan OJL ini selesai juga. Oleh karena itu, penulis merasa berkewajiban untuk menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada:

1.        Bapak Edy Supranoto,SPd  selaku Guru Inti mapel IPA  yang telah banyak membantu

       sejak pesesiapan seleksi sampai pada selesainya pelaksanaannya. 

2.        Bapak Agus Sunaryono, S.Pd. M.M.Pd, selaku Pengawas Pendamping Mapel IPA, yang telah mendapingi  kami selama kegiatan OJL

3.        Bapak Gatot Rudy Asmu’i, S.Pd selaku. Kepala SMP Negeri 1 Pragaan, dimana penulis melakukan Laporan  Penelitian di sekolah sendiri yang banyak membantu terutama dalam pencarian data data kajian serta masukan yang sangat berarti bagi penulis.

4.        Terakhir, ucapan terima kasih yang tak terhingga penulis sampaikan kepada semua teman peserta diklat PKP Berbasis Zonasi Mapel IPA kelompok SMPN 6 Sumenep atas kerja sama yang terbangun selama ini mulai dari awal seleksi sampai kegiatan diklat dan pelaksanaan  OJL berakhir.

Semoga laporan kegiatan Diklat dan OJL ini dapat bermanfaat, dan semoga segala bantuan, pengorbanan dan dorongan yang diberikan oleh berbagai pihak, mendapat ganjaran dan pahala dari Allah SWT,

 

                                                                                 Penulis ,

DAFTAR ISI

 

LEMBAR JUDUL  ..............................................................................................................

HALAMAN  PENGESAHAN ............................................................................................

BIODATA PENULIS .........................................................................................................

KATA PENGANTAR ........................................................................................................

DAFTAR ISI ......................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................

A.  Latar Belakang Masalah ..........................................................................................

B.   Jenis Kegiatan .........................................................................................................

C.   Manfaat Kegiatan ....................................................................................................

BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN .............................................................................

A.  Tujuan dan Sasaran ..................................................................................................

B.   Bahan/Materi Kegiatan................................................................................................

C.   Metode/CaraMelaksanakan Kegiatan..........................................................................

D.  Alat/Instrumen............................................................................................................

E.   Waktu dan Tempat Kegiatan .....................................................................................

BAB III HASIL KEGIATAN  ..............................................................................................

(menjelaskan hasil yang diperoleh, masalah yang dihadapi dan cara mengatasi masalah tersebut)

BAB IV SIMPULAN DAN REKOMENDASI ...................................................................

A.  Simpulan ..................................................................................................................

B.   Rekomendasi. ..........................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

 

1

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang Masalah

Dalam praktik pembelajaran Kurikulum 2013 yang penulis lakukan selama ini, penulis menggunakan buku siswa dan buku guru. Penulis meyakini bahwa buku tersebut sudah sesuai dan baik digunakan di kelas karena diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ternyata, dalam praktiknya, penulis mengalami beberapa kesulitan seperti materi dan tugas tidak sesuai dengan latar belakang siswa. Selain itu, penulis masih berfokus pada penguasaan pengetahuan kognitif yang lebih mementingkan hafalan materi. Dengan demikian proses berpikir siswa masih dalam level C1 (mengingat), memahami (C2), dan C3 (aplikasi). Guru hampir tidak pernah melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/ HOTS).  Penulis juga jarang menggunakan media pembelajaran. Dampaknya, suasana pembelajaran di kelas kaku dan anak-anak tampak tidak ceria.

Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa diperoleh informasi bahwa (a) siswa malas mengikuti pembelajaran yang banyak dilakukan guru dengan cara ceramah’ (b) selain ceramah, metode yang selalu dilakukan guru adalah penugasan. Sebagian siswa mengaku jenuh dengan tugas-tugas yang hanya bersifat teoritis. Tinggal menyalin dari buku teks.

Untuk menghadapi era Revolusi Industri siswa harus dibekali keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills).  Salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada HOTS dan disarankan dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah model pembelajaran discover learning.

Menurut Hosnan (2014:282): “discovery learning adalah suatu model untuk mengembangkan cara belajar aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan setia dan tahan lama dalam ingatan. Melalui belajar penemuan, siswa juga bisa belajar berpikir analisis dan mencoba memecahkan sendiri masalah yang dihadapi

Dalam mengaplikasikan model pembelajaran Discovery Learning guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif, sebagaimana pendapat guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan.  Kondisi seperti ini ingin merubah kegiatan belajar mengajar yang teacher oriented menjadi student oriented.

Setelah melaksanakan pembelajaran IPA dengan model discovery learning, penulis menemukan bahwa proses dan hasil belajar siswa meningkat. Lebih bagus dibandingkan pembelajaran sebelumnya. Ketika model discovery learning ini diterapkan pada kelas IX dan VII ternyata proses dan hasil belalajar siswa  sama baiknya. Praktik pembelajaran discovery learning yang berhasil baik ini penulis simpulkan sebagai sebuah best practice (praktik baik) pembelajaran berorientasi HOTS dengan model discovery learning.

 

B.   Jenis Kegiatan

Kegiatan yang dilaporkan dalam laporan praktik ini adalah kegiatan pembelajaran IPA di kelas VII-A

 

C.   Manfaat Kegiatan

Manfaat penulisan pratik baik  ini adalah meningkatkan kompetensi siswa dalam pembelajaran IPA yang berorientasi HOTS.

 

 

 

 

BAB II

PELAKSANAAN KEGIATAN

 

A.        Tujuan dan Sasaran

Tujuan penulisan praktik baik ini adalah untuk mendeskripsikan praktik baik penulis dalam menerapkan pembelajaran berorientasi higher order thiking skills (HOTS).

Sasaran pelaksanaan best practice ini adalah siswa kelas VII-A semester 1 di SMP NEGERI 1 PRAGAAN sebanyak 25 siswa.

 

B.    Bahan/Materi Kegiatan

Bahan yang digunakan dalam praktik  pembelajaran ini adalah materi  kelas VII untuk materi Kalor dan Perpindahannya, sebagai berikut ini:

 

IPA KELAS VII

 

KD 3.4

Menganalisis konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan kalor, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari termasuk mekanisme menjaga kestabilan suhu tubuh pada manusia dan hewan

KD 4.4

Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh kalor terhadap suhu dan wujud benda serta perpindahan kalor


 

C.    Cara Melaksanakan Kegiatan

Cara yang digunakan dalam pelaksanaan praktik ini adalah menggunakan model pembelajaran discovery learning. Berikut ini adalah langkah-langkah pelaksanaan praktik  yang telah dilakukan penulis.

1.      Pemetaan KD

Pemetaan KD dilakukan untuk merancang pembelajaran yang digunakan di kelas VII. Berdasarkan hasil telaah KD yang ada di kelas VII penulis menggunakan model discovery learning dengan metode diskusi dan tanya jawab.

2.      Perumusan Indikator Pencapaian Kompetesi

 

IPK IPA KELAS VII

3.4.1

Menyebutkan gejala yang terjadi pengaruh kalor terhadap perubahan wujud zat (pendukung)

3.4.2

Mengindentifikasi hubungan antara kalor terhadap perubahan wujud zat (pendukung)

3.4.3

Menjelaskan kenaikan suhu terhadap perubahan wujud zat (pendukung)

3.4.3

Menjelaskan hubungan antara kalor terhadap kenaikan suhu (pendukung)

3.4.4

Menjelaskan hubungan antara kalor terhadap perubahan wujud (pendukung)

3.4.5

Menyimpulan konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan kalor, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari termasuk mekanisme menjaga kestabilan suhu tubuh pada manusia dan hewan (kunci)

 

 

3.      Pemilihan Model Pembelajaran

Model pembelajaran yang dipilih adalah discovery learning .

4.      Merencanakan kegiatan Pembelajaran sesuai dengan Model Pembelajaran

Pengembangan desain pembelajaran dilakukan dengan merinci kegiatan pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan sintak discovery learning.

 

Berikut ini adalah rencana kegiatan pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan model Discovery Learning:

 

  Kegiatan di Kelas VII

 

Sintak

Kegiatan Pembelajaran

Stimulation

(pemberian rangsang)

 

 

 

 

Problem statement

(identifikasi masalah)

 

 

 

 

 

Data Collection

(pengumpulan data)

 

 

 

 

 

 

 

 

Data Processing

(pengolahan data)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Verification

(pembuktian)

Mengamati

1.      Peserta didik mengamati tayangan vidio tentang manfaat kalor dalam kehidupan sehari- hari, misalnya menjemur pakaian.

Menanya

1.      Peserta didik diarahkan untuk membuat pertanyaan berdasarkan tayangan yang diberikan.

2.      Peserta didik membuat jawaban sementara, untuk diarahkan kegitan Setiap kelompok ditugaskan untuk merumuskan masalah dan menyusun hipotesis setelah menelaah lembar kerja sesuai dengan topik yang dipelajari.

 

Mengumpulkan informasi

1.      Peserta didik melalui pengamatan hasil eksperimen berdiskusi kelompok secara kolaboratif mencari informasi tentang pengaruh kalor.

2.      Peserta didik melalui pengamatan hasil eksperimen berdiskusi kelompok secara kolaboratif berdiskusi kelompok secara kolaboratifmencari informasi menjelaskan tentang pelepasan dan penerimaan kalor terhadap perubahan wujuz zat.

3.      Peserta didik melalui pengamatan hasil eksperimen berdiskusi kelompok secara kolaboratifmencari informasi tentang peranan kalor  terhadap jumlah massa zat, jenis zat dan waktu yang diperlukan

4.      Peserta didik melalui pengamatan hasil eksperimen berdiskusi kelompok secara kolaboratifmenjelaskan banyaknya kalor yang diperlukan terhadap kenaikan suhu, jenis zat dan massa zat

5.      Peserta didik melalui pengamatan hasil eksperimen berdiskusi kelompok secara kolaboratif menghitungbanyaknya kalor yang diperlukan terhadap kenaikan suhu, jenis zat dan massa zat

 

Mengasosiasi/mengolah informasi

1.      Peserta didik berdiskusi kelompok secara kolaboratif  mengolah data, pembuktian dan menarik kesimpulan yang telah didapat tentang:

         pengaruh kalor terhadap perubahan wujud zat ,

         pelepasan dan penerimaan kalor terhadap perubahan wujuz zat.

         peranan kalor  terhadap jumlah massa zat, jenis zat dan waktu yang diperlukan.

         banyaknya kalor yang diperlukan terhadap kenaikan suhu, jenis zat dan massa zat

         menghitung banyaknya  kalor yang diperlukan terhadap kenaikan suhu, perubahan wujud dan jenis zat.

         dapat menghitung Azas Black

         menyajikan hasil percobaan  tentang Kalor dan pengaruhnya dengan tepat

Mengkomunikasikan

1.      Peserta didik mengkomunikasikan hasil simpulan kelompok ke depan kelas

         pengaruh kalor wujud zat ,

         pelepasan dan penerimaan kalor terhadap perubahan wujuz zat.

         peranan kalor  terhadap jumlah massa zat, jenis zat dan waktu yang diperlukan.

         banyaknya kalor yang diperlukan terhadap kenaikan suhu, jenis zat dan massa zat

         menghitung banyaknya  kalor yang diperlukan terhadap kenaikan suhu, perubahan wujud dan jenis zat.

         menyajikan hasil percobaan  tentang Kalor dan pengaruhnya dengan tepat.

Generalization

(menarik ksimpulan)

 

  Guru memfasilitasi peserta didik membuat butir-butir simpulan mengenai:

         pengaruh kalor terhadap perubahan  wujud zat ,

         pelepasan dan penerimaan kalor terhadap perubahan wujuz zat.

         peranan kalor  terhadap jumlah massa zat, jenis zat dan waktu yang diperlukan.

         banyaknya kalor yang diperlukan terhadap kenaikan suhu, jenis zat dan massa zat

         persamaan  tentang banyaknya  kalor yang diperlukan terhadap kenaikan suhu, perubahan wujud dan jenis zat

 

5.      Penyusunan Perangkat Pembelajaran

Berdasarkan rencana kegiatan tersebut, kemudian disusun perangkat pembelajaran meliputi RPP, bahan ajar, LKPD, dan instrumen penilaian. RPP disusun dengan mengintegrasikan kegiatan literasi, penguatan pendidikan karakter (PPK), dan kecakapan abad 21.

 

D.    Media dan Instrumen

Media pembelajaran yang digunakan dalam praktik  ini adalah

1.  Penyajian materi “Kalor dan Perpindahnnya”,

2.  video “Kalor Merubah Suhu Benda”diambil dari https://www.youtube.com/ dengan alamat link sebagai berikut https://www.youtube.com/watch?v=otox7jN_CXU.

3.  Serta alat praktik yang berkaitan dengan pengaruh kalor terhadap perubahan wujud zat diantaranya adalah beaker glass, termometer, kaki tiga, kawat kasa dan pembakar spirtus

 

 

 

 

 

Instrumen yang digunakan dalam praktik baik ini ada 3 macam yaitu

1.      instrumen untuk mengamati proses pembelajaran  berupa lembar observasi

2.      instrumen untuk melihat hasil belajar siswa dengan menggunakan tes tulis pilihan ganda dan uraian singkat

3.      lembar kerja praktik tentang pengaruh kalor dalam perubahan wujud zat.

 

E.     Waktu dan Tempat Kegiatan

Praktik  ini dilaksanakan pada tanggal 9 sampai 14 Desember tahun 2019 bertempat di VII SMP NEGERI 1 PRAGAAN

 


 

BAB III

HASIL KEGIATAN

 

A.      Hasil

Hasil yang dapat diilaporkan dari praktik baik ini diuraikan sebagai berikut.

1.      Proses pembelajaran IPA yang dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning berlangsung aktif. Siswa menjadi lebih aktif merespon pertanyaan dari guru, termasuk mengajukan pertanyaan pada guru maupun temannya. Aktifitas pembelajaran yang dirancang sesuai sintak discovery learning megharuskan siswa aktif selama proses pembelajaran. 

2.      Pembelajaran IPA yang dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan transfer knowledge.

3.      Setelah kegiatan pembelajaran tersebut, siswa tidak hanya memahami teori materi tersebut, tetapi bagaimana mengamalkan dalam kegiatan sehari – hari yang berhubungan dengan materi dan manfaatnya dalam kehidupan nyata. Pemahaman ini menjadi dasar siswa dalam mempelajari materi IPA tentang: Kalor dan Perindahan Kalor Kelas VII siswa dapat menyimpulkan dan memanfaatkan peranan kalor dalam kehidupan sehari – hari.

4.      Penerapan model pembelajaran discovery learning meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis.

Hal ini dapat dilihat dari tingkat partisipasi siswa untuk bertanya dan menanggapi topik yang dibahas dalam pembelajaran.

Dalam pembelajaran sebelumnya yang dilakukan penulis tanpa berorientasi HOTS suasana kelas cenderung sepi dan serius. Siswa cenderung bekerja sendiri-sendiri untuk berlomba menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Fokus guru adalah bagaimana siswa dapat menyelesikan soal yang disajikan; kurang peduli pada proses berpikir siswa. Tak hanya itu, materi pembelajaran yang selama ini selalu disajikan dengan pola deduktif (diawali dengan ceramah teori tentang materi yang dipelajari, pemberian tugas, dan pembahasa), membuat siswa cenderung menghapalkan teori. Pengetahuan yang diperoleh siswa adalah apa yang diajarkan oleh guru.

Berbeda kondisinya dengan praktik baik pembelajaran IPA berorientasi HOTS dengan menerapkan discovery learning ini. Dalam pembelajaran ini pemahaman benar-benar dibangun oleh siswa melalui pengamatan dan diskusi yang meuntut kemampuan siswa untuk berpikir kritis.

5.      Penerapan model pembelajaran discovery learning juga meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah (problem solving). Discovery learning yang diterapkan dengan menyajikan teks tulis dan video berisi permasalahan kontekstual mampu mendorong siswa merumuskan pemecahan masalah.

Sebelum menerapkan discovery learning, penulis melaksanakan pembelajaran sesuai dengan buku guru dan buku siswa. Meskipun permasalahan yang disajikan dalam buku teks kadang kala kurang sesuai dengan kehidupan sehari-hari siswa, tetap saja penulis gunakan. Jenis teks yang digunakan juga hanya pada teks tulis dari buku teks.

Dengan menerapkan discovery learning, siswa tak hanya belajar dari teks tulis, tetapi juga dari video serta diberi kesempatan terbuka untuk mencari data, materi dari sumber lainnya.

 

B.            Masalah yang Dihadapi

Masalah yang dihadapi terutama adalah siswa belum terbiasa siswa belajar dengan model discovery learning. Dengan tujuan untuk mendapat nilai ulangan yang baik guru selalu mengguakan metode ceramah, siswa pun merasa lebih percaya diri menghadapi ulangan (penilaian) setelah mendapat penjelasan guru melalui ceramah.

Masalah lainnya adalah guru tidak mempunyai kompetensi yang memadai untuk membuat video pembelajaran. Padahal selain sebagai media pembelajaran,. Video juga merupakan bentuk teks audiovisual yang juga harus disajikan sesuai dengan rumusan KD.

 

C.           Cara Mengatasi Masalah

Agar siswa yakin bahwa pembelajaran IPA dengan discovery learning dapat membantu mereka lebih menguasai materi pembelajaran, guru memberi penjelasan sekilas tentang apa, bagaimana, mengapa, dan manfaat belajar berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/HOTS). Pemahaman dan kesadaran akan pentingnya HOTS akan membuat siswa termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. Selain itu, kesadaran bahwa belajar bukan sekadar menghafal teori dan konsep akan membuat siswa mau belajar dengan HOTS.

Kekurang mampuan guru membuat video pembelajaran dapat diatasi dengan mengunduh video sesuai dengan KD yang akan dibelajarkan baik dari youtube maupun dari Rumah Belajar. Dengan demikian, selain menerapkan kegiatan literasi baca, siswa juga dapat meningkatkan literasi digitalnya.


 

 

Bab IV

Simpulan dan Rekomendasi

A.    Simpulan

Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.

  1. Pembelajaran IPA dengan model pembelajaran discovery learning layak dijadikan praktik baik pembeljaran berorientasi HOTS  karena dapat meingkatkan kemampuan siswa dalam melakukan transfer pengetahuan, berpikir kritis, dan pemecahan masalah. 
  2. Dengan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara sistematis dan cermat, pembelajaran IPA dengan model pembelajaran discovery learning yang dilaksanakan tidak sekadar berorientasi HOTS, tetapi juga mengintegrasikan PPK, literasi, dan kecakapan abad 21.

 

B.     Rekomendasi

Berdasarkan hasil praktik baik pembelajaran IPA dengan model pembelajaran discovery learning berikut disampaikan rekomendasi yang relevan.

  1. Guru seharusnya tidak hanya mengajar dengan mengacu pada buku siswa dan buku guru yang telah disediakan, tetapi berani melakukan inovasi pembelajaran IPA yang kontekstual sesuai dengan latar belakang siswa dan situasi dan kondisi sekolahnya. Hal ini akan membuat pembelajaran lebih bermakna.
  2. Siswa diharapkan untuk menerapkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam belajar, tidak terbatas pada hafalan teori. Kemampuan belajar dengan cara ini akan membantu siswa menguasai materi secara lebih mendalam dan lebih tahan lama (tidak mudah lupa).
  3. Sekolah, terutama kepala sekolah dapat mendorong guru lain untuk ikut melaksanakan pembelajaran berorientasi HOTS. Dukungan positif sekolah, seperti penyediaan sarana dan prasarana yang memadai dan kesempatan bagi penulis utuk mendesiminasikan praktik baik ini akan menambah wawasan guru lain tentang pembelajaran HOTS.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

-          Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Buku Siswa Mata Pelajaran IPA. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

-          Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Buku Guru Mata Pelajaran IPA. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

©  Internet

-          http://dinasuciwahyuni.blogspot.com/2019/11/laporan-best-practice-pkp-berbasis.html

-          https://drive.google.com/file/d/1WuKw9B2XZ5o4zK47CJOOgqtBFIaRmg5U/view

-          https://www.liputan6.com/health/read/2325617/arti-lambang-tut-wuri-handayani-kemdikbud

 

LAMPIRAN

1.      Foto-foto kegiatan

2.      RPP

3.      Bahan Ajar

4.      LKPD

5.      Kisi-kisi soal piliha ganda dan uraia

6.      Soal, kunci, dan pedoman penyekoran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ok Trims Atas Kunjungan Anda